Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila

Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Syamsul Qomar*

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pada peringatan hari kesaktian Pancasila tahun ini, ditengah berbagai persoalan yang menerpa bangsa ini, kita patut melakukan introspeksi diri, apakah kita sudah menjadikan Pancasila sebagai pedoman dan laku hidup dalam seluruh proses kehidupan  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kita menyadari adanya distorsi sejarah tentang Pancasila akibat kurangnya akses terhadap sumber-sumber otentik. Kita merasakan intensitas pembelajaran pancasila selama era reformasi mengalami penurunan yang mengakibatkan  kurangnya wawasan Pancasila  dikalangan  pelajar  dan  kaum  muda.

Kita  tahu  bahwa  arus  globalisasi  membawa kontestasi nilai (ideology) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan  politisasi identitas, serta masih lemahnya kebijakan dan kepemimpinan yang mendorong kearah inklusi (kerukunan) sosial.

Peringatan hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar momentum historis untuk mengenang kegigihan bangsa Indonesia mempertahankan ideologi negara dari rongrongan yang ingin menggantikannya. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi cermin kolektif bagi kita semua: apakah nilai-nilai Pancasila masih benar-benar hidup dalam denyut kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila lahir sebagai hasil perenungan mendalam, kesepakatan luhur, sekaligus titik temu berbagai perbedaan yang ada di Indonesia. Ia bukan hanya dasar negara, tetapi juga bintang penuntun (leitstar) dalam menghadapi tantangan zaman. Namun, dinamika globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta arus pragmatisme politik dan ekonomi membuat sebagian nilai Pancasila seringkali terpinggirkan.

Hari  ini  kita  merasakan  bahwa  kebijakan  pembangunan  masih  berorientasi  pada pertumbuhan ekonomi dari pada peningkatan pemeraataan, serta masih meluasnya kesenjangan (disparitas) sosial antar pelaku ekonomi; antar daerah; antar bidang; antar sektor dan antar wilayah.

Kita menyadari lemahnya institusionalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kelembagaan sosial politik, ekonomi dan budaya, serta  masih berkembangnya bentuk-bentuk dan relasi kelembagaan Negara yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila. Kita menyadari kurangnya pengarusutamaan  keteladanan  Pancasila  diruang  publik,  serta  masih  lemahnya  keteladanan  dari  tokoh-tokoh pemerintah dan masyarakat.

Peringatan hari lahir Pancasila tahun ini harus kita jadikan momentum untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar (falsafah) negara, pandangan hidup dan ideologi negara-bangsa Indonesia. Merevitalisasi nilai-nilai Pancasila mengandung makna menjaga elan vital Pancasila untuk  terus  hidup,  berkembang  dan  menjiwai  seluruh  gerak  langka  bangsa  untuk  menunju kejayaan di masa depan.   Merevitalisasi nilai-nilai Pancasila mengandung makna menjaga marwa dan  kesaktian    Pancasila  dalam  merawat  kebhinekaan,  kemajemukan  dan  pluralitas,  untuk memastikan  Indonesia yang  damai,  aman  dan  sentosa,  yang  adil  dan  makmur  dalam  bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan revitalisasi ini, Pancasila tidak lagi dipandang sebagai dokumen sejarah, melainkan sebagai energi moral dan politik untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat, adil, dan sejahtera. Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita bahwa ideologi ini telah teruji oleh sejarah, dan kini tugas kitalah untuk menjadikannya nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam upaya untuk merevitas Pancasila sebagai dasar (falsafah) negara, pandangan hidup dan ideologi negara-bangsa Indonesia kita perlu melalukan Pengarusuatamaan Pancasila dalam Kehidupan berbangsa dan bernegara. Paling tidak ada lima langkah besar yang harus dilakukan oleh seluruh komponen bangsa ini.

Pertama, kita perlu  merevitalisasi pemahaman  seluruh warga bangsa tentang Pancasila.  Pendidikan Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila, melainkan penginternalisasian makna. Generasi muda harus mampu melihat bahwa Pancasila adalah solusi atas masalah kebangsaan: intoleransi, kesenjangan sosial, dan krisis moral.

Hal ini dapat dilakukan  melalui,  Meningkatkan  Intensitas pembelajaran pancasila di kalangan pelajar dan kaum muda; Mengembangkan isi dan metodologi pembelajaran Pancasila agar lebih efektif dan memiliki daya tarik; Membuka akses terhadap sumber sumber sejarah  yang otentik untuk menghilangkan distorsi sejarah Pancasila; Melaksanakan sosialisasi Pancasila secara lebih substantif, komprehensip, terencana, terstruktur dan terkoordinasi; Meningkatkan daya pikir dan nalar  kritis  masyarakat  melalui    pengembangan  kedalaman  literasi  dan  Mengembangkan pemahaman  terhadap  Pancasila  secara  ilmiah  baik  melalui  pendekatan  intradisipliner, multidisipliner dan transdisipliner.

Kedua, kita perlu memperkuat kerukunan  (inklusi) sosial. Hal ini dapat dilakukan dengan Meminimalisasi    gejala  polarisasi  dan  fragmentasi  sosial  baik  berbasis  identitas  keagamaan, kesukuan,  golongan  dan  kelas-kelas  sosial;  Mengeleminasi  dampak  arus  globalisasi  yang  membawa  kontestasi  nilai  (ideology)  dari  kepentingan  yang  mengarah  kepada  menguatnya kecenderungan politisasi identitas; Memperkuat  budaya kewargaan; Mengembangkan wawasan dan  praktik-praktik  pembelajaran  multikulturalisme;  serta  Memperkuat  kebijakan  dan kepemimpinan yang mendorong kearah kerukunan sosial.

Ketiga,  kita  perlu  mengembangkan  keadilan  sosial.  Hal  ini  dapat  dilakukan  melalui  Reorientasi  kebijakan  pembangunan  dari  pertumbuhan  ekonomi  ke  pemerataan  ekonomi; Mengembangkan  sentra-sentra  pembangunan  ekonomi  baru  yang  tidak  tersentralisasi    pada wilayah-wilayah tertentu; Mengurangi kesenjangan (disparitas) sosial antar pelaku ekonomi, antar daerah, antar bidang, antar sektor, dan antar wilayah; Mengembangkan kebijakan ekonomi yang   mengedapankan sektor manufaktur yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah; Menekan tingkat korupsi dan ekonomi rente yang mengakibatkan ekonomi berbiaya tinggi yang berimbas pada kesenjangan sosial; Memperkuat kerangka regulasi yang mendorong kemandirian ekonomi dan yang lebih mengutamakan kepentingan nasional; serta Memperkuat kebijakan afirmatif yang mendorong keadilan sosial

Keempat, kita perlu mewujudkan pelembagaan Pancasila, melalui Intitusionalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kelembagaan sosial, politik, ekonomi dan budaya; Mendorong  konsistensi dalam  menjadikan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum  dalam pembentukan peraturan perundang-undangan; Mengembangkan bentuk-bentuk dan relasi kelembagaan Negara yang  sesuai  dengan  prinsip-prinsip  Pancasila;  dan  Memperkuat    wawasan  ideology  Pancasila dikalangan penyelenggara Negara

Kelima,  kita  perlu  membumikan  keteladanan  Pancasila.  Membumikan  keteladanan Pancasila dapat dilakukan  melalui  mengembangkan  sikap  dan  prilaku  konstruktif    yang  lebih mengedepankan  hal-hal  positif  di  ruang  publik;  Memberikan  apresiasi  dan  insentif  terhadap prestasi  dan  praktik  baik;  Mengarusutamakan  keteladanan  Pancasila  diruang  Publik; Mengembangkan  keteladanan  dari  tokoh-tokoh  pemerintah  dan  masyarakat;  serta Mengembangkan  prinsip-prinsip  kebajikan  kehidupan  publik  diatas  kepentingan  pribadi  dan golongan.

Pancasila harus tercermin dalam kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta perilaku elite bangsa. Keadilan sosial tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui distribusi ekonomi yang merata dan pelayanan publik yang transparan. Pemimpin bangsa, pendidik, tokoh agama, hingga orang tua harus menjadi teladan nyata dalam menghidupkan Pancasila. Teladan sederhana—kejujuran, kepedulian, musyawarah—lebih kuat dari seribu kata dalam buku pelajaran.

Kesediaan  seluruh  komponen  bangsa  untu  Merevitalisasi  nilai-nilai  Pancasila  sebagai dasar (falsafah) negara, pandangan hidup dan ideologi negara-bangsa Indonesia akan memberi kepastian akan eksistensi bangsa ini dimasa depan.   Pancasila sakti bukan hanya karena ia mampu bertahan dari rongrongan ideologi lain, tetapi karena ia terus hidup di dalam hati rakyatnya.

Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila menjadi agenda penting bagi bangsa ini. Revitalisasi berarti menghadirkan kembali Pancasila sebagai nilai yang aktual, operasional, dan mampu menjawab tantangan masa kini

*Penulis adalah Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHM

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Bondowoso

    Bupati Bondowoso Batalkan Anggaran Mobil Dinas, Fokus Pada Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Bondowoso, JatimUPdate.id – Dalam upaya menata anggaran daerah agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid atau Ra Hamid memutuskan untuk tidak mengalokasikan anggaran pembelian mobil dinas tahun 2025. Keputusan ini diambil sebagai bentuk efisiensi dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat. Menurut Ra Hamid, masih banyak sektor yang lebih membutuhkan perhatian, seperti insentif tenaga […]

  • Jefri Gultom

    Jefri Gultom Apresiasi Seruan Kemanusiaan Maruarar Sirait

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Tokoh Nasional Kristen Jefri Gultom menyampaikan apresiasi atas seruan yang disampaikan Maruarar Sirait mengenai pentingnya memaknai momentum perayaan keagamaan sebagai kesempatan memperkuat solidaritas bagi rakyat Palestina yang tengah mengalami krisis kemanusiaan. Jefri menilai bahwa ajakan untuk merayakan hari besar agama secara sederhana dan berdampak sosial merupakan cerminan nilai kemanusiaan universal yang harus […]

  • Asap mengepul dari sebuah bangunan di Rumah Sakit Soroka di Beersheba, Israel selatan, setelah serangan rudal Iran, pada 19 Juni 2025. (Sumber Foto : AFP)

    Bantah Serang RS, Menlu Iran : Serangan Hanya Sasar Target Militer Israel

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah Iran membantah keras tuduhan Israel yang menyebut pihaknya sengaja menyerang Rumah Sakit Soroka di Beersheba, wilayah selatan Israel. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pasukan Iran hanya menyasar markas militer dan intelijen Israel dalam serangan rudal terbaru yang menghantam beberapa kota besar pada Kamis (19/6) pagi kemarin. “Angkatan Bersenjata […]

  • Konpers DPP PKB terkait pernyataan Fadli Zon tentang Tragedi Mei 1998.

    PKB Tegaskan Negara Harus Bela Korban Kekerasan Seksual

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan pentingnya negara hadir membela para korban kekerasan seksual, termasuk mereka yang menjadi korban dalam tragedi kerusuhan Mei 1998. Pernyataan ini merespons pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang meragukan keberadaan pemerkosaan massal pada peristiwa tersebut. Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB, Maman Imanulhaq, dalam konferensi pers, Selasa (17/6), menyampaikan […]

  • Bro Ron (Tengah)

    Kaesang Ditantang Balik: Bro Ron Maju Lewat Jalur Rakyat

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Nama Ronald Aristone Sinaga, atau yang dikenal sebagai Bro Ron, kini resmi masuk gelanggang Pemilihan Raya (Pemira) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai bakal calon ketua umum. Namun pencalonannya bukan sekadar formalitas internal partai. Bro Ron datang dengan modal sosial dari bawah dan pesan simbolik: politik PSI tak boleh terjebak kultus personalitas. Pendaftaran Bro […]

  • Tim Sekolah Mazhab Ciputat berfoto bersama Komaruddin Hidayat (tengah, depan) dan Lies Marcoes Natsir (kanan, depan) saat acara Studium Generale dan Pembukaan Resmi Sekolah Mazhab Ciputat Angkatan 1. Foto: Dok. Tim Sekolah Mazhab Ciputat.

    Sekolah Mazhab Ciputat Resmi Diluncurkan, Hidupkan Tradisi Intelektual

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    CIPUTAT, CUPLIKAN.CO.ID – Suasana intelektual khas Mazhab Ciputat terasa kental saat Studium Generale sekaligus peresmian Sekolah Mazhab Ciputat Angkatan 1 digelar di Roemah Nena Resto, Ciputat Timur, Jumat (26/9/2025). Empat sekolah resmi dibuka, yaitu Sekolah Hukum dan Kebijakan Publik, Sekolah Feminisme dan Gerakan Perempuan, serta Sekolah Sastra dan Kepenulisan, dengan total 80 peserta hasil seleksi […]

expand_less