Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » PUI–Gelora Soroti Pergeseran Kebijakan Luar Negeri AS di Era Trump

PUI–Gelora Soroti Pergeseran Kebijakan Luar Negeri AS di Era Trump

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pertemuan antara Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) DPP Persatuan Ummat Islam (PUI) dan Bidang HLN DPN Partai Gelora Indonesia pada Jumat (1/8/2025) menjadi ruang diskusi strategis membedah perubahan peta politik luar negeri Amerika Serikat (AS) dan dampak luasnya terhadap konstelasi geopolitik global.

Ketua Bidang HLN DPP PUI, Dr. Adhe Nuansa Wibisono, memaparkan bahwa kebijakan luar negeri AS di bawah kepemimpinan Donald Trump mengalami pergeseran mendasar. Fokus lama pada Global War on Terrorism (GWOT) yang mendominasi dua dekade pasca-Serangan 11 September 2001, kini digantikan oleh rivalitas strategis dengan China. “Banyak ahli Rusia di AS tersingkir dalam dua dekade terakhir, menandakan adanya pergeseran prioritas yang tidak sederhana. Ini bukan sekadar soal kebijakan, tetapi juga soal siapa yang memegang kendali narasi dan arah diplomasi,” ujarnya.

Henwira Halim, Ketua Bidang HLN DPN Partai Gelora sekaligus Staf Khusus Wakil Menteri Luar Negeri RI, menambahkan bahwa doktrin America First yang dibawa Trump membentuk ulang strategi Washington. Menurutnya, pendekatan ini menempatkan kepentingan domestik AS di atas agenda global, yang secara langsung mempengaruhi pola interaksi diplomatik mereka di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

“AS sekarang cenderung memilih pendekatan transaksional, mengukur setiap kebijakan luar negeri dari seberapa besar keuntungan langsung yang mereka peroleh. Ini mengubah wajah diplomasi Amerika, bahkan terhadap sekutu-sekutu tradisionalnya,” ujar Henwira. Ia menyoroti pula sektoralisme yang mengakar di tubuh foreign policy AS. Berbagai faksi dan kepentingan di dalam pemerintahan kerap menimbulkan inkonsistensi kebijakan, terutama terkait konflik internasional yang melibatkan nilai-nilai kemanusiaan.

Meski fokus pertemuan adalah pembacaan ulang geopolitik global, isu Palestina tetap menjadi benang merah yang tak terpisahkan. Henwira menilai bahwa dukungan tanpa syarat AS terhadap Israel tidak hanya memperparah penderitaan rakyat Palestina, tetapi juga mengikis kredibilitas nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) yang selama ini menjadi citra unggulan peradaban Barat. “Kebijakan ini, pada akhirnya, akan menjadi beban moral dan politik bagi AS di mata dunia,” tegasnya.

Ia juga menyoroti momentum penting dalam opini publik global. Menurutnya, generasi muda di Barat kini mulai melihat Israel dari perspektif apartheid dan holocaust — dua istilah yang sensitif namun dianggap relevan untuk menggambarkan kondisi di Gaza. “Kesadaran ini adalah peluang strategis bagi diplomasi kemanusiaan. Kita harus mampu mengartikulasikan narasi yang kuat agar perubahan persepsi ini berbuah pada perubahan kebijakan,” ujarnya.

Dalam diskusi, Wibisono menekankan bahwa PUI memandang penting kerja sama lintas entitas — antara organisasi masyarakat dan partai politik — untuk menggalang dukungan global terhadap Palestina. “Kerja sama ini tidak hanya simbolik. Kita ingin mengkonsolidasikan jaringan yang bisa mendorong langkah nyata, baik melalui penggalangan dana maupun edukasi publik,” jelasnya.

Pembahasan juga melebar pada posisi China dalam lanskap geopolitik terkini. Meski berambisi menjadi kekuatan adidaya pengganti AS, Henwira menilai China masih dibayangi insecurity dalam politik luar negerinya. “China memang berani menantang dominasi AS di banyak sektor, tetapi masih mencari keseimbangan antara kepentingan globalnya dan stabilitas domestik,” paparnya.

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan kedua pihak untuk memperdalam kolaborasi, memanfaatkan momentum geopolitik yang sedang berlangsung untuk memperkuat suara Indonesia di forum internasional, dan membangun kampanye global menuntut keadilan bagi Palestina. Penukaran cenderamata menjadi simbol komitmen bahwa diskusi ini akan ditindaklanjuti dengan aksi nyata.

“Isu Palestina bukan semata-mata masalah regional. Ini adalah ujian nilai kemanusiaan universal yang harus kita jawab bersama, tanpa melihat perbedaan ideologi maupun batas negara,” pungkas Henwira (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upgrading Kehumasan PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo

    Humas Tak Cuma di Balik Layar! Pesantren Ini Buktikan

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, CUPLIKAN.CO.ID – Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menegaskan keseriusannya dalam penguatan komunikasi publik lewat kegiatan upgrading kehumasan bertema “Humas dan Personal Branding”, yang digelar Sabtu (24/05/2025) di ruang rapat utama pesantren. Acara ini diikuti para staf humas dari berbagai unit pendidikan dan lembaga internal pesantren. Kepala Sub Bagian Humas dan Infokom, Ponirin Mika, menekankan […]

  • Jokowi

    Jokowi Tanyakan Kembali Komitmen Prabowo untuk Percepat Pembangunan IKN

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Joko Widodo kembali menanyakan komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam pertemuan pengarahan kepada pejabat TNI dan Polri di Istana Garuda, IKN, Kalimantan Timur, Kamis (12/9/2024), Jokowi mengungkapkan bahwa Prabowo pernah berjanji untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut. “Saya meyakini Bapak Presiden terpilih (Prabowo) pernah sampaikan […]

  • Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Sumber foto : DETIK.

    Menag Sindir Rektor yang Tidur di Seminar: Hemat Anggaran Negara!

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan para rektor perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengurangi perjalanan dinas yang tidak perlu. Ia menilai anggaran negara seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih mendesak, seperti peningkatan kualitas pendidikan dan bantuan kepada kaum duafa. “Kasihan uang Kementerian Agama itu seharusnya kita gunakan untuk memberi bantuan kepada […]

  • Brigadir Jenderal Esmail Qaani, kepala Pasukan Quds dari Garda Revolusi, berbicara selama upacara peringatan kematian komandan militer senior Iran Mohammad Hejazi, di Teheran, Iran pada 14 April 2022. Sumber foto : Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) melalui REUTERS.

    Komandan Pasukan Quds Iran Hilang Kontak Sejak Serangan Beirut

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BEIRUT, RADIANVOICE.ID – Komandan Pasukan Quds Iran, Esmail Qaani, yang melakukan perjalanan ke Lebanon setelah tewasnya pemimpin Hezbollah, Sayyed Hassan Nasrallah, dalam serangan udara Israel bulan lalu, belum terdengar kabarnya sejak serangan di Beirut akhir pekan lalu. Demikian keterangan yang disampaikan dua pejabat senior keamanan Iran sebagaimana dilansir dari Reuters. Salah satu pejabat mengatakan, Qaani […]

  • Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi bersama Gitaris Padi, Piyu.

    Viva Yoga Dukung Piyu Padi Perjuangkan Hak Musisi

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menunjukkan sisi lain dari dirinya sebagai penggemar musik dan gitaris. Dalam pertemuan penuh keakraban dengan gitaris legendaris Piyu Padi di kediamannya beberapa hari lalu, Viva Yoga mengungkapkan kecintaannya pada musik yang telah ia tekuni sejak masa kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Denpasar, Bali. “Beberapa […]

  • Menko Kumham, Yusril Ihza Mahendra

    Yusril Tegaskan Pemerintah Tunggu Kesepakatan Internal PPP Sebelum Sahkan Kepengurusan

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BELITUNG TIMUR, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak akan mengesahkan pengurus baru Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebelum ada kesepakatan internal yang sah. Pernyataan ini disampaikan Yusril menyusul dualisme kepemimpinan hasil Muktamar PPP di Ancol yang melahirkan dua ketua umum, Muhammad Mardiono dan […]

expand_less