Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar Daerah » Sejarah Versi Negara Dikecam: Abaikan Kekerasan terhadap Perempuan

Sejarah Versi Negara Dikecam: Abaikan Kekerasan terhadap Perempuan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOGYAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Upaya pemerintah menulis ulang sejarah nasional tanpa mencantumkan tragedi kekerasan seksual Mei 1998 menuai kritik keras dari sejumlah akademisi, aktivis, dan korban yang tergabung dalam Gerakan Perempuan untuk Keadilan Sejarah (GPKS). Kritik itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Perkosaan Mei 1998 adalah Luka Kita” di Langgeng Gallery, Yogyakarta, Jumat (25/7/2025).

Diskusi ini menghadirkan tokoh-tokoh seperti Ita Fatia Nadia (anggota Tim Gabungan Pencari Fakta 1998), Brigitta Isabella (peneliti), Masduki (Guru Besar UII), dan Farabi Faqih. Moderator Astrid Reza dari RUAS memandu jalannya diskusi yang dihadiri lebih dari 100 peserta.

Sorotan utama diskusi tertuju pada proyek penulisan Sejarah Nasional Indonesia (SNI) oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang disebut-sebut mengabaikan peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM, termasuk kekerasan seksual terhadap perempuan etnis Tionghoa pada Mei 1998.

“Ini adalah pengingkaran terhadap fakta sejarah dan penderitaan korban. Saya bertemu langsung dengan para perempuan korban kekerasan seksual 1998. Negara hari ini ingin menyingkirkan kisah mereka dari ingatan publik,” ujar Ita Fatia Nadia dengan tegas.

Menurut Ita, proyek SNI versi pemerintahan Prabowo-Gibran dipenuhi glorifikasi terhadap penguasa masa lalu seperti Soeharto, SBY, dan Jokowi, tanpa keberanian mengungkap sisi gelap kekuasaan. “Sejarah semestinya partisipatif dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman yang tertindas, terutama perempuan,” ujarnya.

Masduki menambahkan, penghapusan kekerasan terhadap perempuan dalam sejarah nasional adalah bentuk politik anti-kemanusiaan yang sangat patriarkis. “Bangsa yang menghapus sejarahnya adalah bangsa yang kehilangan kompas moral,” tegasnya.

Brigitta Isabella menyampaikan bahwa forum seperti ini penting untuk membangun kesadaran kritis masyarakat.

“Dengan mengingat dan mendiskusikan sejarah kelam, kita bukan hanya mengenang, tapi sedang mentransformasi diri sebagai penyintas ketidakadilan,” ungkapnya.

Fadli Zon sebelumnya menyatakan bahwa tidak ada bukti terkait kasus perkosaan Mei 1998, pernyataan yang dikritik keras dalam diskusi ini. GPKS menyerukan agar masyarakat menolak sejarah versi pemerintah yang akan dijadikan proyek besar menjelang 80 tahun Kemerdekaan RI.

Diskusi ini menjadi pengingat bahwa penulisan sejarah tak bisa dilepaskan dari politik kuasa—dan karena itu, perlu terus dikritisi dan diperjuangkan agar berpihak pada kebenaran dan kemanusiaan (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konpers DPP PKB terkait pernyataan Fadli Zon tentang Tragedi Mei 1998.

    PKB Tegaskan Negara Harus Bela Korban Kekerasan Seksual

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan pentingnya negara hadir membela para korban kekerasan seksual, termasuk mereka yang menjadi korban dalam tragedi kerusuhan Mei 1998. Pernyataan ini merespons pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang meragukan keberadaan pemerkosaan massal pada peristiwa tersebut. Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB, Maman Imanulhaq, dalam konferensi pers, Selasa (17/6), menyampaikan […]

  • Rektor Universitas Insan Cita Indonesia, Prof. La Ode M.Kamaluddin saat berpose bersama awak media dalam acara silaturahmi UICI dan Awak Media di Meeting Point UICI di bilangan Kuningan Jakarta pada Selasa (18/02/2025).

    UICI Siap Cetak Lulusan Berkualitas di Era Digital

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) semakin memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan berbasis digital. Dalam acara Silaturahmi UICI dengan awak media di Meeting Point UICI di bilangan Kuningan Jakarta, Selasa (18/02/2025), Rektor UICI Prof. Laode Kamaluddin menegaskan bahwa universitas ini berkomitmen mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global di era digital. “UICI bukan […]

  • Trump Klaim AS dan Iran Teken Kesepakatan Awal, Selat Hormuz Ditargetkan Kembali Dibuka Pekan Ini

    Trump Klaim AS dan Iran Teken Kesepakatan Awal, Selat Hormuz Ditargetkan Kembali Dibuka Pekan Ini

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Evian-les-Bains, Prancis, editoria.co.id  – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menandatangani kesepakatan awal terkait upaya perdamaian yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Evian-les-Bains, Prancis, Senin (15/6/2026). Trump […]

  • Taufik Fredrik Pasiak (Penulis)

    Cinta buta dan fanatisme Politik

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Oleh : Taufiq Fredrik Pasiak* Kita menyebutnya cinta buta—ketika seseorang tetap mencintai walau disakiti, ditipu, bahkan dipermalukan. Cinta semacam ini tak berhenti di ranah asmara. Ia menjelma ke dalam keyakinan politik, agama, budaya, bahkan fanbase selebritas. Cinta berubah rupa menjadi fanatisme—sebuah keterikatan emosional yang membutakan nalar. Mengutip Oxford Dictionary, fanaticism adalah “keyakinan atau perilaku ekstrem, […]

  • Presiden Prancis Emanuel Macron saat menyentuh patung Budha di dalam stupa saat kunjungannya ke Indonesia dan mengunjungi Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah, Kamis (29/5/2025)

    Macron Sentuh Patung Buddha, Mitos Kunto Bimo Muncul Lagi!

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    MAGELANG, CUPLIKAN.CO.ID – Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur pada Kamis (29/5) menuai perhatian publik, bukan hanya karena kehadirannya yang mendadak, tetapi juga karena aksinya yang menyentuh patung Buddha di dalam stupa—ritual yang dikenal luas dengan nama Kunto Bimo. Momen itu terekam dalam unggahan Instagram resmi @sekretariat.kabinet. Dalam foto-foto tersebut, Macron bersama Ibu […]

  • Ilustrasi Penggeledahan.

    Dua Apartemen Digeledah, Jejak Korupsi Laptop Rp9,9 Triliun!

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam Program Digitalisasi Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) periode 2019–2023. Terbaru, penyidik menggeledah dua apartemen milik staf khusus menteri dan menyita barang bukti elektronik hingga dokumen penting. Penggeledahan dilakukan di Apartemen Kuningan Place milik FH dan Apartemen Ciputra World 2 […]

expand_less