Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Puspoll Indonesia: Lemahnya Ikatan Rakyat dan Partai Jadi Akar Masalah Demokrasi

Puspoll Indonesia: Lemahnya Ikatan Rakyat dan Partai Jadi Akar Masalah Demokrasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan antara pemilu nasional dan pemilu lokal mulai 2029 dinilai bukan hanya perubahan teknis, tetapi dapat menjadi pintu masuk menuju demokrasi yang lebih substansial. Direktur Program Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menyebut bahwa keputusan ini membuka ruang refleksi menyeluruh atas praktik politik elektoral yang selama ini terlalu transaksional dan dangkal dalam substansi.

“Selama ini pemilu kita ibarat pesta lima kotak, tetapi tidak melahirkan demokrasi yang dalam. Partisipasi publik tinggi secara angka, tetapi rendah secara makna. Hubungan rakyat dengan wakilnya sangat lemah. Ini akar krisis kepercayaan politik,” ujar Hojin kepada media, Senin (8/7/2025).

Menurutnya, problem utama demokrasi elektoral Indonesia bukan hanya pada tata waktu penyelenggaraan pemilu, tetapi pada arsitektur politik yang lemah dalam memperkuat institusi partai, memperdalam kesadaran pemilih, dan membangun koneksi antara suara dengan kebijakan publik.

Krisis Representasi dan Rendahnya Party ID

Puspoll Indonesia telah lama menyoroti rendahnya party identification (party ID) masyarakat terhadap partai politik. Data mereka menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih tidak memiliki ikatan ideologis maupun emosional dengan partai tertentu. Pemilih cenderung berpindah-pindah dan bersikap pragmatis.

“Party ID kita sangat rendah. Pemilu hanya jadi rutinitas lima tahunan tanpa dampak yang kuat terhadap partai. Akibatnya, partai tidak tumbuh sebagai institusi ideologis, melainkan sebagai kendaraan elektoral semata,” papar Hojin.

Lemahnya identifikasi ini menyebabkan tidak ada partai yang dominan sejak era reformasi. Partai pemenang hanya memperoleh suara 17–22 persen, sehingga koalisi pemerintahan pun terbentuk secara pragmatis tanpa fondasi visi dan arah yang kuat.

Sistem Rekrutmen Politik yang Bermasalah

Lebih lanjut, Puspoll mengkritik sistem rekrutmen calon legislatif oleh partai yang dinilai sangat pragmatis, bahkan cenderung transaksional. Menurut Hojin, banyak partai justru lebih mempertimbangkan “isi rekening” calon ketimbang gagasan atau komitmen terhadap publik.

“Dalam banyak kasus, orang bisa masuk daftar caleg hanya karena punya modal finansial. Ini sangat berbahaya karena membuat demokrasi dikuasai oleh pemilik modal, bukan pemilik gagasan,” ungkapnya.

Padahal, sistem politik yang sehat membutuhkan politisi yang tumbuh dari basis pemilih, memiliki hubungan langsung dengan konstituen, dan membawa agenda publik ke parlemen. Hal ini hampir tak ditemukan dalam praktik politik kita hari ini.

Empat Putusan MK dan Peluang Merombak Sistem

Hojin menyebutkan, saat ini setidaknya ada empat putusan penting dari MK yang jika ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah dan DPR, bisa menjadi jalan bagi reformasi menyeluruh sistem kepemiluan:

  1. Penghapusan presidential threshold: dari 20% menjadi 0%

  2. Pembatalan parliamentary threshold: ambang batas parlemen 4%

  3. Penghapusan syarat ambang batas pencalonan kepala daerah

  4. Pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal mulai 2029

“Keempat putusan ini membuka ruang desain baru bagi sistem demokrasi kita. Kita bisa mendesain pemilu yang lebih adil, partisipatif, dan substantif. Tapi itu hanya akan terjadi jika ada kemauan politik,” kata Hojin.

Momentum Mendesain Ulang Demokrasi

Menurut Puspoll, pemilu seharusnya tidak hanya soal teknis dan logistik, tetapi harus dipandang sebagai sarana pendidikan politik. Maka, pemisahan pemilu dapat dijadikan ruang untuk menata sistem: memperbaiki relasi partai dan rakyat, mendorong kaderisasi yang sehat, dan memutus dominasi politik uang.

“Putusan MK ini bisa menjadi titik balik. Kita harus berani meninggalkan demokrasi kosmetik yang hanya sibuk pada citra, logistik, dan kalkulasi elektoral, menuju demokrasi substantif yang berpijak pada nilai, gagasan, dan representasi yang sejati,” pungkas Hojin.

Sebagai informasi, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa mulai 2029, pemilu nasional—yang meliputi presiden, DPR, dan DPD—akan dipisah dari pemilu lokal—yang meliputi DPRD, gubernur, bupati, dan wali kota. Format “pemilu lima kotak” yang selama ini menjadi ciri khas pesta demokrasi di Indonesia, tidak akan lagi berlaku (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maruarar Sirait dan Jokowi

    Anies Dukung Pram-Doel, Ara : Dukungannya Membangunkan Macan Tidur

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Politikus Partai Gerindra Maruarar Sirait alias Ara optimistis pasangan Ridwan Kamil-Suswono akan memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024. Ara menyebut dukungan dari Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto menjadi faktor penentu kemenangan pasangan ini. “Saya yakin pendukung Jokowi dan Prabowo lebih besar daripada pendukung Anies dan PDI Perjuangan,” ujar Ara dalam […]

  • ISPI Sebut Penjualan Kendaraan Berbahan Bakar Fosil PT Astra Berpotensi Hambat Target Transisi Energi

    ISPI Sebut Penjualan Kendaraan Berbahan Bakar Fosil PT Astra Berpotensi Hambat Target Transisi Energi

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Direktur Riset Indonesian of Social Political Institute (ISPI), Hendi Surya Iskandar, menilai upaya transisi energi menuju penggunaan kendaraan listrik dan hybrid di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Menurutnya, dominasi penjualan kendaraan berbahan bakar fosil di pasar otomotif nasional menjadi salah satu faktor yang menghambat pencapaian target tersebut. Hendi mengatakan, perusahaan otomotif masih […]

  • Ratusan Senjata Api Ditemukan di Sekolah Jaksel, Ada Narkoba Juga

    Ratusan Senjata Api Ditemukan di Sekolah Jaksel, Ada Narkoba Juga

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle MA
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta – Sebanyak 995 pucuk senjata api, amunisi, narkoba, hingga keping VCD bermuatan pornografi ditemukan di sebuah ruangan tertutup pada sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kuasa hukum yayasan sekolah swasta tersebut, Hermawanto, mengatakan temuan itu diketahui dalam dua tahap. Pada Jumat (10/7), pihaknya menemukan 995 pucuk senjata api beserta amunisi […]

  • Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bersama dengan Wakil Menteri Agama, Romo Syafi'i dan Ketua Komisi II DPR RI yang juga Presidium KAHMI, Rifqinizamy Karsyudha. Sumber foto : Instagram Kemendagri

    KAHMI Diminta Jadi Kekuatan Intelektual Islam Moderat Dalam Membangun Bangsa

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BATAM, CUPLIKAN.CO.ID – Pertemuan Regional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) se-Sumatera di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (20/9/2025), menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran KAHMI sebagai kekuatan intelektual Islam moderat yang berkontribusi nyata bagi bangsa. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang hadir dalam forum tersebut menekankan bahwa KAHMI sejak […]

  • Panitia Qurban MN KAHMI

    MN KAHMI Catat Sejarah, Sembelih Hewan Kurban Terbanyak!

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DEPOK, CUPLIKAN.CO.ID – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menorehkan catatan bersejarah dalam perayaan Idul Adha 1446 H dengan jumlah penyembelihan hewan kurban terbanyak sepanjang sejarah mereka. Total 13 ekor sapi dan 5 ekor kambing disembelih di Graha Insan Cita (GIC), Depok, Jawa Barat. Angka ini memecahkan rekor sebelumnya yang hanya mencatat […]

  • relawan jokowi (custom)

    Pasukan Berani Mati Bela Jokowi Ancaman Demokrasi atau Loyalitas Buta?

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Gerakan yang dikabarkan akan terjadi pada 22 September 2024 dengan mengatasnamakan Pasukan Berani Mati Bela Jokowi menjadi perhatian serius di tengah kondisi politik Indonesia, terlebih di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Meskipun gerakan ini belum terbukti secara nyata, viralnya berita ini di berbagai media jelas berpotensi merusak citra Presiden Jokowi di masa-masa kritis menjelang berakhirnya […]

expand_less