Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » PDIP Siap Tulis Ulang Buku Sejarah Tandingi Versi Negara

PDIP Siap Tulis Ulang Buku Sejarah Tandingi Versi Negara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua DPP PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul, menyatakan partainya akan menulis ulang sejarah sebagai bentuk respons atas narasi sejarah yang tengah disusun oleh Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Fadli Zon.

Langkah ini disebut sebagai reaksi terhadap pernyataan kontroversial Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyebut pemerkosaan massal dalam Tragedi Mei 1998 hanya sebatas rumor tanpa bukti kuat.

“Yang diinisiasi oleh Pak Menteri Kebudayaan Fadli Zon, ini gimana sikap PDI Perjuangan? PDI Perjuangan juga akan menulis sejarah,” ujar Bambang Pacul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (16/6).

Ia menilai, dalam penulisan sejarah, unsur subjektivitas hampir tidak dapat dihindari, terutama dalam konteks budaya ketimuran yang mengedepankan rasa. Karenanya, menurut dia, wajar bila versi sejarah yang ditulis oleh pemerintah berbeda dengan versi partai politik atau kelompok lain.

“Kalau hanya ngotot-ngotot, ya kita bikin sejarah kita sendiri dengan fakta yang kita punya sendiri, kan begitu aja,” tegas Wakil Ketua MPR RI itu.

Bambang juga meminta pemerintah membaca kembali pernyataan Presiden BJ Habibie yang kala itu secara de jure memimpin negara saat kerusuhan Mei 1998 berlangsung. Ia menilai pernyataan Habibie menjadi referensi penting dalam menggali kebenaran sejarah.

Sebelumnya, dalam wawancara publik, Fadli Zon menyampaikan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan adanya perkosaan massal dalam Tragedi Mei 1998. Menurut dia, isu tersebut lebih bersifat desas-desus dan belum diverifikasi secara akademik maupun hukum.

Pernyataan tersebut menuai kecaman dari sejumlah pihak karena dinilai mengabaikan suara para korban dan upaya panjang pengungkapan kebenaran.

Menanggapi kritik tersebut, Fadli Zon memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menafikan adanya kekerasan seksual terhadap perempuan saat peristiwa 13–14 Mei 1998. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian akademik dalam penggunaan istilah “perkosaan massal” yang memiliki dampak besar terhadap narasi kolektif bangsa.

“Sejarah perlu bersandar pada fakta hukum dan akademik. Apalagi menyangkut angka dan istilah yang masih problematik,” ujar Fadli Zon dalam pernyataan terpisah (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mojtaba Khamenei, putra kedua Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi kantor Hizbullah di Tehran, Iran, pada 1 Oktober 2024. Foto dari Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA (West Asia News Agency). Disiarkan melalui REUTERS

    Peta Suksesi Iran Memanas, Mojtaba dan Hassan Khomeini Menguat

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Pertarungan internal di jantung kekuasaan Iran kini mengemuka, seiring akselerasi rencana suksesi Ayatollah Ali Khamenei yang sudah berusia 86 tahun. Konflik bersenjata dengan Israel dan ancaman pembunuhan terhadap Khamenei turut mempercepat pembentukan struktur suksesi yang selama ini bersifat rahasia dan sangat tertutup. Menurut laporan Reuters, sebuah komite tiga orang ulama senior—yang dibentuk […]

  • Presiden Joko Widodo

    Analis Kevin O’Rourke : Jokowi Tinggalkan Warisan Otoriter

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pada tahun 2014, Joko Widodo yang saat itu menjadi calon presiden dan sosok outsider, menghadiri kampanye-kampanye besar dengan pita putih diikatkan di kepalanya sebagai peringatan terhadap kecurangan pemilu. Pada saat itu, Jokowi – sapaan akrab presiden – menjadi simbol demokrasi dan perubahan, mewakili harapan akan Indonesia yang lebih baik dan bersih. Setelah […]

  • Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia, Muhlis Ali

    Ketum PPI Muhlis Ali Ajak Rakyat Jaga Persatuan di Tengah Ujian Bangsa

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia, Muhlis Ali, menyerukan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika kebangsaan yang kian memanas. Ia menekankan bahwa Indonesia hanya dapat berdiri kokoh jika seluruh anak bangsa merawatnya dengan semangat kebersamaan. “Negeri ini adalah rumah bersama, yang hanya bisa bertahan jika kita rawat bersama. Jangan sampai retak karena […]

  • DPR: Reforma Agraria Harus Selaras dengan Kepentingan Masyarakat Adat

    DPR: Reforma Agraria Harus Selaras dengan Kepentingan Masyarakat Adat

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle MA
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Martin Manurung mendorong keterlibatan masyarakat adat dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Reforma Agraria. Menurutnya, partisipasi masyarakat adat penting karena sejumlah ketentuan dalam reforma agraria berkaitan langsung dengan hak serta kepentingan mereka. Politisi Fraksi Partai NasDem itu menilai, pelibatan masyarakat adat juga diperlukan untuk memastikan substansi RUU […]

  • Bahlil Lahadalia

    Bahlil Isyaratkan Kader Golkar Terpilih Masuk Kabinet Prabowo-Gibran

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyapa jajaran kader Partai Golkar yang terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2024-2029. Dalam sambutannya, Bahlil mengungkapkan bahwa beberapa kader yang hadir malam ini mungkin tidak akan dilantik sebagai anggota DPR karena berpotensi masuk ke kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. “Hari […]

  • Muhamad Mardiono diklaim terpilih menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025-2030 secara aklamasi dalam forum Muktamar X di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025).

    Mardiono Diklaim Terpilih Aklamasi Ketua Umum PPP 2025-2030

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Muhammad Mardiono diklaim terpilih menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025–2030 melalui aklamasi dalam forum Muktamar X yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025). Klaim tersebut diumumkan oleh pimpinan sidang Muktamar X PPP, Amir Uskara, dalam konferensi pers yang digelar di sela-sela muktamar. Menurutnya, keputusan aklamasi diambil setelah pimpinan […]

expand_less