Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Ketua MPR RI Bamsoet Sebut Politik Uang Jadi Penghambat Pencapaian SDGs

Ketua MPR RI Bamsoet Sebut Politik Uang Jadi Penghambat Pencapaian SDGs

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua MPR RI ke-16 Bambang Soesatyo memaparkan hasil penelitian Burhanuddin Muhtadi yang mengungkapkan bahwa sebanyak 33 persen (63,5 juta pemilih) atau 1 dari 3 pemilih pada Pemilu 2014 dan 2019 menerima politik uang. Menempatkan Indonesia berada di nomor tiga dari sisi persentase 33 persen. Sedangkan dari sisi absolute atau angka 63,5 juta pemilih, Indonesia menjadi negara dengan korban paling besar sedunia dalam hal politik uang.

Maraknya politik uang membuat politik menjadi berbiaya tinggi. Sehingga para kepala daerah, anggota legislatif, maupun yang duduk di lembaga eksekutif, pada akhirnya terjebak dalam pusaran korupsi untuk mengembalikan biaya politik pada saat kampanye. Menghilangkan politik biaya tinggi merupakan pekerjaan rumah yang sangat penting, karena pada akhirnya akan membuat langkah Indonesia mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030 bisa terealisasi.

“SDGs merupakan agenda dunia yang dilegitimasi PBB, dimulai tahun 2015 dan ditargetkan selesai pada 2030. Tujuan utamanya untuk mengakhiri kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan melindungi masa depan bumi sebagai rumah bersama. Korupsi merupakan salah satu hambatan terbesar tercapainya berbagai program SDGs. Sebagaimana kajian Economic and Social Council Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahwa korupsi yang terjadi di dunia telah menggerogoti 5 persen dari produk domestik bruto global,” ujar Bamsoet saat membuka Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara, ‘Akselerasi Pelaksanaan SDG’s Guna Mengurangi Ketimpangan Ekonomi’, di Jakarta, Rabu (11/9/24)

Hadir menjadi narasumber antara lain, Ketua Dewan Pakar BS Center Prof. Didin S. Damanhuri, Peneliti Habibie Center Umar Juoro, Direktur SDG’s UNPAD Prof. Suzy Ana, Peneliti FEB UNPAD Yayan Satyakti, Peneliti INDEF Berly Martawardaya, dan Direktur of Global Connectivity IPB Eva Anggraini.

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, tantangan Indonesia mencapai SDGs masih sangat banyak. Salah satunya tergambar pada angka kemiskinan yang mencapai 9,03 persen (data BPS per Maret 2024) atau setara dengan 25,22 juta jiwa. Pada periode yang sama, angka ketimpangan (rasio gini) yang dicapai adalah 0,379 atau masuk dalam klasifikasi “moderat”.

“Kondisi tersebut membuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di setiap provinsinya juga mengalami ketimpangan. Misalnya, IPM Provinsi Jakarta yang mencapai skor 82,46, sementara IPM di Provinsi Papua 62,25. Atau yang lebih dramatis, ketika pertumbuhan ekonomi tahun 2023 Provinsi Maluku Utara mencapai 20,49 persen, berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat yang hanya mencapai 1,80 persen,” jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI (Ormas Pendiri Partai Golkar) dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menerangkan, SDGs meniscayakan ditegakkannya prinsip inklusivitas yang merangkul semua kalangan. Sehingga tidak ada yang merasa ditinggalkan dan mendorong terwujudnya keadilan prosedural serta semua pihak terlibat dalam keseluruhan proses pembangunan; dan keadilan subtansial, dimana kebijakan dan program pembangunan mampu menjawab persoalan-persoalan yang mengemuka.

“Gagasan SDG’s menegaskan, bahwa pembangunan yang kita laksanakan harus memiliki orientasi dan visi masa depan. Karena hasil pembangunan tidak hanya untuk dinikmati generasi sekarang, tetapi juga diwariskan untuk anak cucu kita di masa depan,” pungkas Bamsoet. (RED)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anas Urbaningrum saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Senin (14/10/2024)

    Anas Urbaningrum: Partai Politik Indonesia Masih Belum Ideal, Mahasiswa Harus Aktif Mengkritisi

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Anas Urbaningrum mengungkapkan pandangannya terkait kondisi partai politik di Indonesia yang dinilai belum ada yang benar-benar kuat secara ideal. Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ini menilai, partai politik di Indonesia saat ini hanya bisa dikategorikan sebagai besar, menengah, atau kecil berdasarkan perolehan suara elektoral, namun belum ada yang memenuhi kriteria […]

  • Prabowo dalam Munas PKS 2025

    Prabowo Tegaskan Tak Simpan Dendam pada Anies Pasca Pilpres 2024

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak menyimpan dendam terhadap Anies Baswedan, rivalnya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/9). Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung posisi PKS yang sebelumnya mengusung pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar pada Pilpres […]

  • Robaytullah Kusuma Jaya (Kanan) saat pertemuan dengan DPD I Partai Golkar DI Yogyakarta.

    Robaytullah: Setelah Jawa, Roadshow AMPI akan Dilanjut ke Daerah Lain

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – DPP AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) tengah menggelar roadshow strategis ke tiga provinsi yakni Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung sejak Sabtu hingga Rabu (2–6 Agustus 2025), dengan tujuan utama menjalin silaturahmi, memperluas rekrutmen kader muda, dan memperkuat basis elektoral Partai Golkar menuju Pemilu 2029. Salah satu […]

  • Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Sukarno Putri dan kedua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

    Puan dan Prananda Jadi Penopang Kekuatan Internal PDI Perjuangan

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, CUPLIKAN.CO.ID – Keharmonisan antara Puan Maharani dan Prananda Prabowo dinilai menjadi simbol kekuatan internal PDI Perjuangan. Ketua DPP PDIP Said Abdullah menyebut keduanya tidak hanya dekat secara pribadi, tetapi juga berperan aktif menjaga soliditas partai. “Keduanya memang saudara. Hubungan harmonis itu wajar dan nyata, sekaligus mencerminkan kompaknya PDI Perjuangan,” ujar Said di sela Bimbingan […]

  • AFI Rancang Kompetisi Futsal Berjenjang, Siswa SMP hingga Mahasiswa Punya Jalur ke Liga Profesional

    AFI Rancang Kompetisi Futsal Berjenjang, Siswa SMP hingga Mahasiswa Punya Jalur ke Liga Profesional

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JAKARTA, EDITORIA.CO.ID – Federasi Futsal Indonesia (FFI) tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat pembinaan futsal nasional melalui pembentukan sistem kompetisi berjenjang yang mencakup tingkat pelajar hingga profesional. Skema tersebut diharapkan menjadi jalur pembinaan yang jelas bagi atlet muda menuju level tertinggi kompetisi futsal Indonesia. Sekretaris Jenderal FFI Budi Setiawan mengatakan, pengembangan futsal tidak cukup hanya […]

  • Kampanye PPP di tahun 2009. Sumber foto ANTARA.

    Muktamar X PPP Digelar di Ancol, Bahas Tiga Agenda Penting

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Muktamar X mulai Sabtu (27/9/2025) hingga Senin (29/9/2025) di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Forum tertinggi partai berlambang Kakbah ini menjadi ajang konsolidasi penting sekaligus penentuan arah kepemimpinan lima tahun ke depan. Ada tiga agenda utama yang dibahas dalam muktamar. Pertama, mendengarkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya. Kedua, […]

expand_less