Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Golkar Usulkan Sistem Baru, Ada Apa Sebenarnya?

Golkar Usulkan Sistem Baru, Ada Apa Sebenarnya?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wacana perubahan sistem politik nasional semakin terang. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, telah menyampaikan ide tentang sistem politik baru langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar di Yogyakarta, Ahad, (18/5/2025).

Ide besar itu rupanya bukan sekadar wacana internal. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, membenarkan bahwa partainya tengah menelaah berbagai kemungkinan sistem baru untuk pemilu dan pilkada. “Pilihan bisa tetap seperti sekarang tapi dengan perbaikan, atau bisa juga opsi lain,” ujar Sarmuji di Jakarta, Senin, (19/5/2025).

Namun, Sarmuji menegaskan bahwa usulan Golkar bukan berarti kembali ke masa lalu. Sistem seperti kepala daerah dipilih oleh DPRD, menurutnya, telah dikritik publik dan melahirkan sistem langsung yang digunakan saat ini.

“Kami tidak serta merta ingin kembali ke sistem lama,” kata dia.

Sarmuji juga menampik anggapan bahwa Golkar tengah menggagas pemilihan presiden oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Menurutnya, opsi itu tidak dibahas karena menyangkut perubahan konstitusi.

Pernyataan Bahlil dalam Musda XI Partai Golkar DIY menegaskan arah pikir partai berlambang pohon beringin itu.

“Demokrasi bukanlah tujuan utama kehidupan berbangsa dan bernegara, ia hanya instrumen,” ucap Bahlil.

Sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil juga menyoroti pemborosan anggaran dalam sistem demokrasi yang kini berjalan. Menurutnya, pelaksanaan pemilu dan pilkada menghabiskan ratusan miliar rupiah yang seharusnya bisa dialihkan ke sektor dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Sorotan terhadap biaya demokrasi itu senada dengan pernyataan Presiden Prabowo pada Desember 2024 lalu. Dalam HUT Ke-60 Partai Golkar, Prabowo menyebut sistem politik Indonesia “mahal dan tidak efisien” dibanding negara tetangga (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ISPI Sebut Penjualan Kendaraan Berbahan Bakar Fosil PT Astra Berpotensi Hambat Target Transisi Energi

    ISPI Sebut Penjualan Kendaraan Berbahan Bakar Fosil PT Astra Berpotensi Hambat Target Transisi Energi

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Direktur Riset Indonesian of Social Political Institute (ISPI), Hendi Surya Iskandar, menilai upaya transisi energi menuju penggunaan kendaraan listrik dan hybrid di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Menurutnya, dominasi penjualan kendaraan berbahan bakar fosil di pasar otomotif nasional menjadi salah satu faktor yang menghambat pencapaian target tersebut. Hendi mengatakan, perusahaan otomotif masih […]

  • Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi.

    Isu Reshuffle Muncul Lagi, Prabowo Kapan Umumkan? Ini Kata Kepala PCO

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Gonjang-ganjing isu reshuffle kabinet kembali menyeruak. Namun Kepala Kantor Kepresidenan (Presidential Chief of Office/PCO), Hasan Nasbi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian apa pun. Ia menyebut, segala yang beredar hanyalah spekulasi—dan keputusan final sepenuhnya ada di tangan Presiden Prabowo Subianto. “Reshuffle bisa saja dilakukan kapan pun Presiden mau. Tapi selama […]

  • Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dalam acara Sharing Knowledge Desa Berketahanan Pangan dan Iklim yang digelar di Jakarta, Selasa (10/6).

    Yandri Susanto: Desa Bisa Swasembada dari A sampai Z, Jangan Jadi Penonton!

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto menegaskan bahwa desa-desa di Indonesia punya potensi besar untuk menjadi pusat ketahanan pangan sekaligus kekuatan ekonomi mandiri, jika dikelola secara tepat dan sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Dalam acara Sharing Knowledge bertema Desa Berketahanan Pangan dan Iklim yang digelar di Jakarta, Selasa […]

  • Anggota Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko

    Singgih Januratmoko Usul Hapus Inpassing Guru Madrasah

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Singgih Januratmoko, mengusulkan agar pemerintah menghapus program inpassing bagi guru madrasah dan menggantinya dengan mekanisme pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berbasis sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Menurut Singgih, sistem inpassing yang berjalan saat ini justru menambah kerumitan administratif dan memperlambat proses […]

  • Tokoh muda NU, Adlin Panjaitan

    Tokoh Muda NU Soroti Pentingnya Komunikasi Publik Kebijakan BBM

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Adlin Panjaitan, menilai kebijakan pemerintah yang menambah alokasi kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk SPBU swasta sebesar 10 persen pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, ia menekankan pentingnya komunikasi publik yang lebih baik agar masyarakat memahami maksud dan dasar kebijakan tersebut. Menurut Adlin, keputusan […]

  • DPR: Cegah Korupsi Bisa Dimulai dari Pelayanan Publik

    DPR: Cegah Korupsi Bisa Dimulai dari Pelayanan Publik

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle MA
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menilai pengawasan Ombudsman Republik Indonesia terhadap pelayanan publik dapat menjadi langkah preventif untuk mencegah potensi korupsi dan gratifikasi. Menurutnya, persoalan dalam pelayanan publik tidak selalu harus berujung pada proses hukum, tetapi dapat dicegah sejak awal melalui pengawasan dan perbaikan tata kelola. “Intinya, banyak kasus, termasuk […]

expand_less