Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Budi Ari Setiadi Klarifikasi Pernyataan Viral: Murni Analisis Pribadi, Bukan Ajakan atau Hasutan

Budi Ari Setiadi Klarifikasi Pernyataan Viral: Murni Analisis Pribadi, Bukan Ajakan atau Hasutan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Budi Ari Setiadi

JAKARTA,  editoria.co.id- Budi Ari Setiadi memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang belakangan viral dan menjadi perbincangan publik. Dalam jumpa media di Restoran Langit Teduh Selatan, Kemang, Jakarta Selatan, Budi menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadinya dan tidak berkaitan dengan mantan Presiden Joko Widodo.

Dalam konferensi pers tersebut, Budi didampingi Rhesa Yogaswara, perwakilan Baramuda 08 yang merupakan relawan pendukung Prabowo-Gibran.

Budi menyampaikan tiga hal untuk menjelaskan pernyataannya yang viral. Pertama, pernyataan tersebut merupakan pernyataan pribadi. Kedua, pernyataan itu tidak memiliki kaitan dengan mantan Presiden Joko Widodo. Ketiga, apa yang disampaikannya merupakan analisis pribadi berdasarkan situasi sosial dan politik yang berkembang belakangan ini.

Menurut Budi, pernyataannya tidak seharusnya dipahami sebagai ajakan kepada masyarakat untuk melakukan tindakan tertentu. Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikannya merupakan analisis atas situasi yang sedang berkembang, bukan bentuk provokasi.

Budi juga mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dilindungi undang-undang. Karena itu, ia meminta pernyataannya ditempatkan dalam konteks hak menyampaikan pandangan di ruang publik.

“Yang saya sampaikan adalah murni analisis, bukan ajakan, apalagi hasutan,” kata Budi.

Ia juga menekankan pentingnya dua hal dalam menyikapi dinamika politik saat ini, yakni demokrasi dan konstitusi. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi seluruh proses tersebut tetap harus berada dalam koridor konstitusi.

Sementara itu, Rhesa Yogaswara mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Budi Arie setelah pernyataan tersebut menjadi viral. Menurut Rhesa, komunikasi tersebut dilakukan karena pernyataan yang beredar di ruang publik berpotensi dimanfaatkan atau disalahgunakan oleh pihak-pihak eksternal.

Sebagai perwakilan relawan pendukung Prabowo-Gibran, Rhesa mengaku perlu memastikan agar pernyataan Budi tidak dipelintir atau digunakan untuk kepentingan tertentu di luar konteks yang dimaksudkan.

“Kami segera melakukan komunikasi dengan pihak Budi karena pernyataan tersebut berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak eksternal,” ujar Rhesa.

Rhesa juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi informasi, terutama ketika sebuah pernyataan telah menyebar luas melalui media sosial. Menurutnya, potongan informasi yang dilepaskan dari konteks dapat menghasilkan persepsi yang berbeda dari maksud awal pembicara.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah menerima informasi secara mentah dan tetap memeriksa konteks sebelum mengambil kesimpulan. Sikap kritis tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak pada informasi yang bias maupun misleading.

Klarifikasi Budi dan imbauan Rhesa tersebut muncul di tengah derasnya arus informasi politik di ruang digital. Dalam situasi seperti itu, sebuah pernyataan dapat dengan cepat menyebar, dipotong, ditafsirkan ulang, dan dikaitkan dengan kepentingan politik tertentu.

Budi kembali menegaskan bahwa pernyataannya harus dipahami sebagai pandangan pribadi terhadap situasi sosial politik yang berkembang. Ia juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, sekaligus membutuhkan tanggung jawab untuk menjaga agar perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor hukum dan konstitusi.

Dengan klarifikasi tersebut, Budi berharap tidak muncul tafsir yang mengaitkan pernyataannya dengan mantan Presiden Joko Widodo maupun menganggapnya sebagai bentuk ajakan atau hasutan. Sementara bagi publik, Rhesa meminta agar perkembangan informasi politik disikapi secara kritis dengan mempertimbangkan konteks dan sumber informasi sebelum mempercayainya atau menyebarkannya lebih jauh.(Ryo)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi XII DPR RI FPKB, Ratna Juwita Sari

    Ratna Juwita Desak Audit Lingkungan Transparan untuk RDF Rorotan

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari, mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan audit lingkungan menyeluruh terhadap fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, menyusul protes warga dan laporan gangguan kesehatan yang muncul selama masa uji coba. Ratna menegaskan bahwa setiap fasilitas pengolahan sampah skala besar […]

  • Anies Baswedan Soroti Kondisi Ekonomi: “Negeri Ini Tidak Baik-Baik Saja”

    Anies Baswedan Soroti Kondisi Ekonomi: “Negeri Ini Tidak Baik-Baik Saja”

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti kondisi ekonomi dan sosial Indonesia yang dinilainya tengah menghadapi situasi berat. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @aniesbaswedan, pada Rabu (20/5/2026). Dalam video yang diunggah di media sosial itu, Anies menyampaikan pandangannya terkait berbagai persoalan yang menurutnya sedang dihadapi masyarakat. Tim Anies juga telah […]

  • Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo

    Bamsoet Dorong Mahasiswa Unhan Kembangkan Diplomasi Global Aktif

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong mahasiswa Pascasarjana Universitas Pertahanan RI (Unhan) untuk berperan aktif dalam diplomasi global melalui politik luar negeri yang bebas dan aktif. Hal ini disampaikan Bamsoet dalam kuliah daringnya tentang ‘Sistem Politik dan Masalah Internasional-Nasional Kontemporer’ yang diadakan oleh Program Studi Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional […]

  • Keluarga Dr. Alaa Al-Najjar, korban serangan Israel.

    Friends of Palestine Desak Dunia Buka Mata atas Genosida di Palestina

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID– Dunia kembali diguncang oleh tragedi kemanusiaan yang memilukan dari Gaza. Rayyan Abdallah, Chief Executive Officer Friends of Palestine Network (FoP), dalam siaran pers yang dirilis Minggu (25/5), mengungkapkan kisah tragis yang menimpa Dr. Alaa Al-Najjar, seorang dokter anak yang tinggal di selatan Khan Younis, Gaza. Pada Jumat, 23 Mei 2025, sebuah serangan rudal […]

  • Kementerian Hukum (Kemenkum) mengesahkan kepengurusan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) periode 2025-2030. (Foto: Dokumentasi DPP PDIP).

    Resmi! Kemenkum Sahkan Kepengurusan Baru PDIP 2025-2030

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) resmi mengesahkan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) periode 2025–2030. Pengesahan itu ditandai dengan penyerahan dua Surat Keputusan (SK) oleh Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, kepada Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di kantor Kemenkum, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Dalam kesempatan tersebut, Supratman didampingi Direktur […]

  • Aksi menolak pembredelan Tempo

    Pimred Tempo Kritik Gugatan Amran Sulaiman Ancam Kebebasan Pers

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menegaskan bahwa gugatan Menteri Pertanian Amran Sulaiman terhadap Tempo dapat menjadi preseden berbahaya bagi masa depan kebebasan pers di Indonesia. Dalam pernyataannya, Senin (3/11/2025), Setri mengingatkan bahwa langkah membawa sengketa pemberitaan ke ranah pengadilan merupakan kemunduran dalam tata kelola pers di negara demokrasi. Setri menyebut, Undang-Undang Pers […]

expand_less