Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » DPR Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak Tegas

DPR Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak Tegas

  • account_circle MA
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna menilai meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia tidak bisa semata-mata dianggap sebagai bencana alam akibat kemarau panjang dan fenomena El Niño. Menurutnya, ancaman karhutla telah diperingatkan sejak awal tahun, tetapi belum diikuti langkah pencegahan yang disiplin, terukur, dan mengikat hingga ke pemerintah daerah maupun pemegang konsesi.

“Cuaca ekstrem hanya menciptakan kondisi yang memungkinkan kebakaran meluas. Sumber apinya tetap harus ditelusuri, apakah akibat kelalaian, pembakaran sampah, atau sengaja dilakukan untuk menekan biaya land clearing. Jangan jadikan El Niño sebagai alasan untuk menutupi kegagalan pencegahan maupun kemungkinan pelanggaran hukum,” tegas Ateng melalui rilis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Ateng menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, luas lahan yang terbakar pada semester pertama 2026 telah mencapai lebih dari 100 ribu hektare. Kebakaran bahkan terjadi di kawasan konservasi, termasuk Taman Nasional Way Kambas. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan sistem pencegahan dan pengawasan titik panas (hotspot) belum berjalan optimal di lapangan.

Ia menegaskan, larangan pembukaan lahan dengan cara membakar telah diatur dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Adapun pengecualian terbatas terkait kearifan lokal tidak boleh dijadikan celah bagi korporasi untuk melakukan pembakaran demi kepentingan komersial.

Karena itu, Ateng mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti pada penindakan terhadap pelaku di lapangan. Penegakan hukum, menurutnya, harus diarahkan untuk mengungkap pihak yang memberi perintah hingga mereka yang memperoleh keuntungan ekonomi dari pembakaran lahan.

“Jangan hanya menangkap orang yang memegang korek api, sementara pihak yang merencanakan, membiayai, atau menikmati hasil pembukaan lahan tidak tersentuh. Penegakan hukum karhutla harus mengikuti aliran perintah dan keuntungan ekonomi,” ujar politikus Fraksi PKS tersebut.

Dorong Transparansi Data dan Audit Konsesi

Untuk memutus siklus tahunan karhutla, Komisi XII DPR RI mendorong pemerintah membuka data titik panas secara transparan dan mengintegrasikannya dengan peta konsesi perkebunan, kehutanan, serta pertambangan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan juga diminta segera melakukan audit kepatuhan terhadap perusahaan yang berada di wilayah rawan karhutla.

Ateng menambahkan, sanksi terhadap pelanggar harus diberikan secara berlapis, mulai dari pembekuan izin, gugatan pemulihan lingkungan, hingga sanksi pidana. Jika kelalaian korporasi terbukti menjadi penyebab kebakaran, biaya pemulihan ekosistem tidak semestinya dibebankan kepada APBN maupun APBD.

Di sisi lain, ia menilai masyarakat lokal, termasuk Masyarakat Peduli Api dan Manggala Agni, memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam deteksi dini. Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya melarang masyarakat melakukan pembakaran lahan, tetapi juga harus menyediakan alternatif dan sarana pendukung yang memadai.

“Negara harus menyediakan pilihan yang masuk akal dan terjangkau, seperti bantuan alat pencacah biomassa, pengomposan, dan mekanisasi bagi petani kecil. Larangan tanpa alternatif yang realistis akan sulit diterapkan secara konsisten,” jelasnya.

Ateng menegaskan Komisi XII DPR RI akan terus meminta pertanggungjawaban kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan penanganan karhutla tidak berhenti pada respons darurat. Menurutnya, kebijakan harus diarahkan pada pencegahan jangka panjang agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang serta membebani anggaran negara.

  • Penulis: MA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buku Harian Anne Frank

    Keindahan Iman Pada Kemanusiaan Dalam Buku Harian Anne Frank

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Oleh : I.Sandyawan Sumardi* LEIDEN BELANDA, CUPLIKAN.CO.ID – Meski aku telah mengunjungi “United States Holocaust Memorial Museum” di Washington, D.C., Amerika Serikat, dan “Jewish Museum Berlin” di Berlin, Jerman, tetapi aku belum pernah mengunjungi “National Holocaust Museum and Memorial” di Amsterdam dan “Anne Frank’s House” juga di Amsterdam, padahal sudah lebih dari 3 tahun aku […]

  • Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya

    Atalia Desak Pemerintah Kaji Ulang Penggunaan APBN untuk Ponpes

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, meminta pemerintah untuk mengaji ulang rencana penggunaan APBN dalam perbaikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. “Usulan penggunaan APBN ini harus dikaji ulang dengan sangat serius, sambil memastikan proses hukum berjalan dan kebijakan ke depan […]

  • Sidon, Lebanon September 28, 2024. REUTERS/Ali Hankir

    Sayyid Hasan Nasrallah, Tak Sekedar Simbol Perlawanan

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BEIRUT, CUPLIKAN.CO.ID – Hassan Nasrallah, pemimpin Hezbollah berusia 64 tahun, memimpin kelompok yang didukung Iran selama lebih dari 32 tahun. Selama masa kepemimpinannya, Nasrallah menjadi tokoh politik dan spiritual yang membawa Hezbollah menjadi kekuatan utama di Lebanon. Di antara para pendukungnya, Nasrallah dihormati karena keberaniannya melawan Israel dan penentangannya terhadap Amerika Serikat. Namun, bagi musuhnya, […]

  • Puan Maharani

    Puan Maharani Sambut Putusan MK soal Keterwakilan Perempuan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan adanya keterwakilan perempuan dalam Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Ia menegaskan DPR RI akan menghormati serta mengkaji lebih lanjut implementasi putusan tersebut demi memperkuat peran perempuan dalam struktur parlemen. “Harapan saya terkait dengan keputusan MK, kalau bisa […]

  • Kejutan di Rotterdam, Aljazair Tundukkan Belanda 1-0 Lewat Gol Telat Anis Hadj Moussa

    Kejutan di Rotterdam, Aljazair Tundukkan Belanda 1-0 Lewat Gol Telat Anis Hadj Moussa

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Rotterdam, editorial.co.id – Timnas Aljazair menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan Belanda 1-0 pada laga persahabatan internasional yang berlangsung di Stadion De Kuip, Rotterdam, Kamis (4/6/2026). Gol tunggal Anis Hadj Moussa pada menit ke-86 memastikan kemenangan tim tamu sekaligus memberikan modal berharga bagi Aljazair menjelang putaran final Piala Dunia 2026. Sejak awal pertandingan, Belanda tampil dominan […]

  • Kardinal Robert Prevost yang terpilih sebagai Paus pengganti Paus Fransiskus dengan titel Paus Leo XIV. Sumber foto : REUTERS.

    Leo XIV Terpilih sebagai Paus Baru, Suksesor ke-267 Takhta Santo Petrus

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    VATIKAN, CUPLIKAN.CO.ID – Dunia menyambut pemimpin baru umat Katolik setelah Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti mengumumkan terpilihnya Kardinal Robert Francis Prevost sebagai Paus ke-267 dengan nama Leo XIV. Seruan tradisional “Habemus Papam” menggema dari balkon Basilika Santo Petrus, menandai momen bersejarah ini. “Damai bagi kalian semua!” — menjadi kata-kata pertama Paus Leo XIV saat menyapa umat […]

expand_less