Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Aktivis HAM Tolak Soeharto Jadi Pahlawan, Sebut Langgar Kemanusiaan

Aktivis HAM Tolak Soeharto Jadi Pahlawan, Sebut Langgar Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Gelombang penolakan terus menguat terhadap langkah Kementerian Sosial (Kemensos) yang mengusulkan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai pahlawan nasional. Koalisi Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto (GEMAS) menilai keputusan tersebut melukai rasa keadilan korban pelanggaran HAM dan mencoreng nilai kemanusiaan bangsa.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya, yang mewakili GEMAS, menyebut langkah tersebut sebagai “keputusan politik yang tidak berperikemanusiaan.”

“Rekam jejak Soeharto dalam urusan kemanusiaan itu sangat kelam. Selama 32 tahun rezim Orde Baru, terjadi banyak kekerasan negara, pelanggaran HAM berat, dan teror terhadap rakyat,” kata Dimas dalam keterangannya, Selasa (21/10).

Dimas mengingatkan sederet tragedi besar yang terjadi di masa kepemimpinan Soeharto, mulai dari pembantaian 1965, pembungkaman kebebasan sipil, hingga tragedi 1998 menjelang kejatuhan Orde Baru.

“Kalau asas kemanusiaan yang dijadikan dasar pemberian gelar pahlawan nasional, maka Soeharto jelas tidak layak,” tegasnya.

Menurutnya, memberi gelar pahlawan kepada figur dengan catatan pelanggaran HAM justru menghapus ingatan kolektif bangsa terhadap korban dan sejarah kelam masa lalu.

Selain alasan kemanusiaan, GEMAS juga menyoroti aspek moral dan integritas. Dimas menyebut Soeharto pernah dinobatkan sebagai pemimpin terkorup di dunia oleh lembaga internasional karena diduga memperkaya keluarga dan kroni-kroninya.

“Korupsi yang dilakukan di masa Orde Baru menimbulkan kerugian besar bagi negara. Itu bertentangan dengan asas perilaku baik dan tanggung jawab moral seorang pahlawan,” ungkapnya.

Koalisi GEMAS telah mengirimkan surat terbuka kepada Kementerian Sosial berisi penolakan atas usulan tersebut. Surat itu ditandatangani lebih dari 100 lembaga dan individu dari berbagai elemen masyarakat sipil.

Kemensos Klaim Usulan Berdasarkan Proses Kajian Panjang

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa pengusulan Soeharto sebagai pahlawan nasional dilakukan berdasarkan hasil kajian panjang yang melibatkan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD).

“Usulan ini hasil proses yang berlangsung beberapa tahun. Di antara nama yang diusulkan ada Soeharto, Gus Dur, dan aktivis buruh Marsinah,” kata Gus Ipul saat menyerahkan daftar 40 nama kepada Ketua Dewan Gelar, Fadli Zon, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

GEMAS menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga ke meja presiden. Mereka mendesak agar Presiden tidak menyetujui usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto.

“Memberi gelar pahlawan pada pelaku pelanggaran HAM dan simbol korupsi adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai reformasi,” pungkas Dimas (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapimnas Partai Gerindra. Sumber foto : ANTARA.

    Demi Cegah Korupsi, Gerindra Desak Dana Parpol Naik 10 Kali Lipat

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wacana kenaikan dana bantuan negara untuk partai politik kembali mengemuka. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Bahtra Banong, menyuarakan dukungan kuat terhadap gagasan ini sebagai bagian dari reformasi pendanaan politik yang lebih transparan dan bertanggung jawab. “Kenapa di Jerman itu biaya kampanye murah? Karena partai politiknya selain boleh mendapatkan sumbangan dari swasta dan […]

  • Wakil Ketua Umum PPP, Agus Suparmanto

    Mardiono-Agus Satukan PPP, Awali Babak Baru Politik Hijau

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Setelah terbelah akibat dualisme kepemimpinan pasca Muktamar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya memasuki babak baru. Dua tokoh yang sempat bersaing di Muktamar Ancol, Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto kini resmi bergandengan tangan memimpin partai berlambang Kakbah tersebut. Kepengurusan baru hasil rekonsiliasi ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM, dengan komposisi Mardiono […]

  • Menteri HAM Usul Jabatan Strategis Non-Operasional di Polri Bisa Diisi Kalangan Sipil

    Menteri HAM Usul Jabatan Strategis Non-Operasional di Polri Bisa Diisi Kalangan Sipil

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Jakarta, editorial.co.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengusulkan agar revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RUU Polri) memberikan ruang bagi kalangan sipil profesional untuk mengisi sejumlah jabatan strategis non-operasional di lingkungan Polri. Usulan tersebut disampaikan Pigai sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme institusi kepolisian sekaligus mendorong tata […]

  • Muhlis Ali bersama kader HMI di Grha Yakusa Malang.

    Muhlis Ali: Jalan Sunyi, Komitmen Besar

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Oleh: Salihudin M. Awal SULAWESI, RADIANTVOICE..ID – Di antara hiruk-pikuk dunia aktivis, selalu ada nama yg melintas karena sepak terjang politiknya. Banyak alumni HMI yang memilih jalan itu: masuk partai, meraih jabatan, atau menapaki karier di eksekutif dan legislatif. Itu sah, bahkan lumrah. Namun, kisah Muhlis Ali justru berbeda. Ia memilih jalan yg lebih sepi, […]

  • Persija Jakarta Resmi Gandeng Adidas, Jalin Kerja Sama Aparel Selama Lima Tahun

    Persija Jakarta Resmi Gandeng Adidas, Jalin Kerja Sama Aparel Selama Lima Tahun

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Persija Jakarta resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan global apparel dan teknologi performa olahraga, Adidas, sebagai penyedia apparel klub untuk lima tahun ke depan. Kerja sama tersebut diumumkan dalam acara peresmian yang berlangsung di Jakarta, Senin (22/6/2026). Melalui kemitraan ini, Adidas akan menggantikan Juaraga sebagai mitra apparel resmi Macan Kemayoran. Direktur Olahraga […]

  • Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi.

    Transmigrasi Kini Desentralistik, Wamen Viva Yoga: Tak Lagi Sentralistik dan Top-Down

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa program transmigrasi tetap relevan dan diminati masyarakat. Hal ini terlihat dari tingginya animo calon transmigran, meski kuota pemberangkatan masih terbatas. “Ada 7.000 kepala keluarga yang berminat menjadi transmigran, namun pada tahun 2024, kami baru bisa memberangkatkan 121 kepala keluarga,” ujar Viva Yoga dalam acara […]

expand_less