Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga » Koeman Kecewa Belanda Gagal Menang atas Jepang, Sindir Kritik Pengamat dan Suporter

Koeman Kecewa Belanda Gagal Menang atas Jepang, Sindir Kritik Pengamat dan Suporter

  • account_circle DDY
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dallas, Editoria.co.id  – Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, mengaku kecewa setelah timnya hanya bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Dallas, Senin (15/6/2026) dini hari WIB.

Belanda sejatinya dua kali berada di atas angin dalam pertandingan tersebut. Oranje unggul lebih dulu melalui gol Virgil van Dijk sebelum disamakan Keito Nakamura. Tim asuhan Koeman kembali memimpin lewat gol Crysencio Summerville, namun Jepang berhasil memaksakan hasil imbang setelah Daichi Kamada mencetak gol pada menit ke-89.

Koeman menilai timnya kehilangan dua poin berharga karena Jepang tampil lebih berhati-hati dibanding biasanya.

“Mereka biasanya menekan tinggi, tapi hanya sesekali melakukannya dan hal itu dilakukan saat mereka tertinggal. Tidak sebelumnya. Saya kira mereka takut. Mereka bertahan dengan baik, tapi kami tetap saja mampu mencetak dua gol bagus. Sungguh disayangkan hasil 2-2 datang dari sepak pojok,” kata Koeman seperti dikutip dari Nederlandse Omroep Stichting.

Meski kecewa gagal mempertahankan keunggulan, pelatih berusia 63 tahun itu mengakui pertandingan berlangsung dengan kualitas tinggi dan kedua tim sama-sama menciptakan peluang berbahaya.

“Apakah kami puas? Tentu saja tidak karena kami sempat dua kali unggul. Namun, berdasarkan peluang-peluang dan momen-momen bagus dari kedua tim karena saya pikir ini adalah pertandingan top, saya dapat menerima hasil imbang ini,” ujarnya.

Koeman Jawab Kritik

Hasil imbang tersebut memicu kritik terhadap Koeman dari sejumlah pengamat dan pendukung Belanda. Salah satu sorotan tertuju pada keputusan sang pelatih melakukan lima pergantian pemain antara menit ke-70 hingga 85.

Sejumlah pihak menilai perubahan komposisi tim itu berkontribusi terhadap hilangnya konsentrasi lini belakang Belanda yang akhirnya kebobolan gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir.

Namun, Koeman menolak anggapan tersebut. Ia justru menilai banyak pihak di Belanda meremehkan kualitas Jepang yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia.

“Saya pikir Anda menilai Jepang lebih rendah dari yang saya lakukan. Kita lihat saja siapa yang benar setelah Piala Dunia nanti,” tegas Koeman.

Menurut mantan pelatih Barcelona tersebut, ekspektasi tinggi publik Belanda terkadang membuat mereka menganggap Oranje harus mampu mengalahkan siapa pun dengan mudah.

“Di Belanda, kadang ada anggapan bahwa kami perlu menguasai bola dan lalu mengalahkan siapa pun,” katanya.

Fokus Bangun Momentum

Meski gagal mengamankan kemenangan, Koeman tetap melihat sejumlah hal positif dari penampilan timnya. Ia percaya hasil melawan Jepang bisa menjadi modal untuk menghadapi pertandingan berikutnya di fase grup.

“Ini memang bukanlah pertandingan terbaik yang dapat kami mainkan. Namun, saya pikir ini adalah pertandingan papan atas. Kami dapat membangun momentum dari sini,” ujar Koeman.

“Jika ingin melaju lebih jauh di turnamen, kami butuh lebih. Namun, imbang melawan Jepang bukanlah hasil buruk,” tambahnya.

Hasil ini membuat Belanda dan Jepang sama-sama mengoleksi satu poin di klasemen sementara Grup F. Persaingan menuju babak gugur dipastikan semakin ketat mengingat kedua tim masih memiliki dua pertandingan tersisa di fase grup.

  • Penulis: DDY

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris Jendral DPP PA GMNI Abdy Yuhana

    PA GMNI Usulkan Ali Sastroamidjoyo dan Dua Tokoh Lainnya Jadi Pahlawan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) menyuarakan usulan agar Ali Sastroamidjoyo, Soegarda Poerbakawatja, dan Sri Soemantri dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Usulan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Abdy Yuhana, yang menilai ketiga tokoh tersebut berperan penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan ideologi negara melalui […]

  • Menteri Sekretaris Negara, Parasetyo Hadi (dua dari kiri) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) dan Sufmi Dasco Ahmad (kanan) saat mendampingi Presiden Prabowo yang sedang menandatangani beberapa surat keputusan untuk kepentingan bangsa dan negara kedepan. Sumber foto : instagram @sufmi_dasco

    Tanpa Dubes Sejak 2023, Siapa yang Siap ke AS?

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sudah hampir setahun kursi Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat dibiarkan kosong sejak ditinggalkan Rosan Roeslani pada Juli 2023. Ketidakpastian ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah dinamika politik global dan hubungan dagang yang menegang dengan AS. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memiliki empat hingga lima […]

  • Ketum Kadin Arsjad Rasjid

    Kadin Selidiki Munaslub, Arsjad Siapkan Langkah Hukum

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar pada Sabtu, 14 September 2024. Munaslub ini menetapkan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin periode 2024-2029, namun keabsahannya tengah dipertanyakan oleh kepengurusan yang dipimpin Arsjad Rasjid. Arsjad […]

  • Ketua Umum PP KPPG, Hetifah Sjaifudian bersama Pengurus teras KPPG.

    Gerakan GATI Jawab Krisis Fatherless, KPPG Beri Dukungan

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kebijakan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GATI) yang diterbitkan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menuai dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Hetifah Sjaifudian. Gerakan yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 7 […]

  • Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, saat mengunjungi Plant Rungkut 2 milik PT HM Sampoerna Tbk. di Surabaya, Jum'at (29/11/2024)

    Komisi IX dan Kemnaker: Sampoerna Contoh Baik Pemenuhan Hak Pekerja

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, mengunjungi Plant Rungkut 2 milik PT HM Sampoerna Tbk. di Surabaya. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak-hak pekerja sesuai regulasi yang berlaku di industri hasil tembakau (IHT). “Kita pastikan bahwa mereka berada dalam naungan yang benar-benar baik. […]

  • Kepala BPOM, dr.Taruna Ikrar

    Kepala BPOM : Indonesia Siap Menjadi Pemain ATMP Global

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI terus mendorong pengembangan Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) di Indonesia, khususnya dalam bidang terapi berbasis sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa inovasi ini telah membuka peluang besar bagi pengobatan penyakit yang selama ini sulit disembuhkan dan Indonesia siap menjadi […]

expand_less